Senin, 04 Februari 2013

10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an: Kisah nyata Membesarkan Anak Menjadi Hafiz Al-Qur'an dan Berprestasi





Ibu Wirianingsih dan Pak Tamim adalah pasangan menikah yang kesehariannya jarang sekali di rumah mendampingi anak-anaknya yang jumlahnya sepuluh. Yang satu adalah pemimpin tertinggi salah satu organisasi Muslimah yang cabangnya meliputi 150 kota di Indonesia, sementara yang satu adalah anggota DPR-RI. Kesibukan keduanya ditambah lagi oleh kegiatan-kegiatan dakwah yang lain karena mereka berdua sama-sama aktivis dakwah. Namun demikian, di tengah kesibukan kesehariannya, mereka berdua mampu melahirkan anak-anak yang bak bintang-bintang cemerlang. Sebagian besar dari kesepuluh anaknya hafal Al-Qur'an. Lebih dari itu, anak-anak tersebut berprestasi luar biasa di dunia akademiknya.

10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an bertutur secara inspiratif kepada kita, di tengah kesibukan seperti apa pun. kita masih berkesempatan untuk m
enjadi anak-anak kita sebagai bintang. Buku ini berbagi kisah, bagaimana menularkan semangat dan mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak kita dan apa saja ikhtiar yang bisa ditempuh untuk mengantarkan putra dan putri kita menjadi hafiz Al-Qur'an, terutama ditengah budaya tontonan yang begitu gencar dan sangat vulgar.


Ke sepuluh anak Tersebut Bernama



1. Afzalurahman Assalam
2. Faris Jihady Hanifa
3. Maryam Qonitat
4. Scientia Afifah Taibah
5. Ahmad Rasikh 'Ilmi
6. Ismail Ghulam Halim
7. Yusuf Zaim Hakim
8. Muhammad Syaihul Basyir
9. Hadi Sabila Rosyad
10. Himmaty Muyassarah

 Ketika  mereka bisa menghafal Al-Qur'an , Prestasi anak-anak ini bukan hanya di bidang ke agamaan saja namun merambah ke dunia ilmu Pengetahuan Eksak . Ingin Tahu Lebih jelas sepak Terjang Keluarga ini , Silahkan membaca bukunya . Mudah-mudahan bermanfaat .

Riezka Rahmatiana,Inspirasi pisang ijo


Riezka Rahmatiana,Inspirasi pisang ijo
Jasmine memang berarti melati. Dalam plesetan yang dibuat perempuan Riezka Rahmatiana (23), kata ”jasmine” diubah menjadi ”JustMine” untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Bahkan, pisang ijo ini dijadikan peluang usaha waralaba.

Mirip semerbak keharuman bunga melati, gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini mengawali usaha kecilnya pada saat duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Kini, kartu namanya sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.
Semangat kewirausahaan, begitulah yang mengawali Riezka. Awalnya, kata Riezka, adalah kesumpekan. Banting tulang orangtuanya dalam mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anak, mendasari pikiran Riezka untuk berupaya agar dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
Orang tua bekerja sejak pagi hingga larut malam. Hasil banting tulang seharian dilakukan untuk meraih gaji. Kemandirian wirausaha itulah yang secara diam-diam tumbuh dalam diri Riezka.

”Saya tidak mau menyusahkan orangtua. Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, tahun 2007 bisnis makanan pisang ijo yang segar mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung,” kata Riezka.

Ketika mengambil keputusan berwirausaha di sela-sela kuliahnya, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku mendapat larangan keras dari orangtuanya. Mereka menganjurkan dia agar mencari pekerjaan yang aman.

Riezka pun menuturkan jatuh dan bangunnya mencicipi aneka pekerjaan di sela-sela kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dari sebagian menyisihkan penghasilan bekerjanya selama itulah, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.

Tanggal 16 Maret 2009 menjadi momentum perjalanan wirausahanya. Riezka memang belum pernah ke Makassar, tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar memproduksi pisang ijo itulah menjadi modal dasarnya. Tanya-tanya resep pun terus dilakukannya.

Pisang dipandang sebagai bahan baku yang relatif murah dan selalu mudah diperoleh di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.

Dari sanalah kreativitas Riezka bermunculan. Dari sajian pisang ijo orisinal, Riezka mengembangkannya dengan aneka rasa, seperti pisang ijo vanila, stroberi, coklat, dan durian. Semangkok pisang ijo yang disiram sedikit cairan fla yang gurih akan menjadi bertambah segar apabila ditambah pecahan es batu. Apalagi, kreativitasnya dilakukan dengan menambahkan serutan keju dan mesis coklat.

Penghasilan tak terbatas

Dorongan menjadi entrepreneur terjadi justru ketika Riezka membaca buku berjudul Cashflow Quadrant bahwa tidak ada karyawan yang bisa memperoleh penghasilan tak terbatas.

Benarkah hipotesis tersebut? Riezka membuktikan lewat ketekunannya. ”Kalau orang atau setidaknya orangtua saya bekerja dari pagi hingga malam, untuk pada akhirnya mencari penghasilan, saya justru sebaliknya. Kita semestinya tidak bekerja mengejar penghasilan, tetapi biarlah uang mendatangi kita,” ujar Riezka yang akhirnya mewaralabakan usahanya itu.

Dari usaha kecilnya ini, Riezka membuka peluang berinvestasi dengan sistem waralaba. Alhasil, dari satu gerai, kini ada 10 pewaralaba pisang ijo yang tersebar, terutama di kota Bandung, Jawa Barat.

Pemilihan mitra pun dilakukan selektif karena visi yang diemban adalah ”Kepuasan konsumen adalah kepuasan kami. Kesuksesan mitra adalah kesuksesan kami.” Pemilihan gerai bukan sekadar melihat berkas yang diajukan calon mitra, apalagi uang waralaba yang disiapkan mitra.

Melalui penelitian lokasi pasar, Riezka berani mengambil keputusan diterima atau tidaknya seorang mitra. Dia pun memprediksi, besarnya potensi pasar terhadap produknya di lokasi tertentu.

”Sasarannya tetaplah mahasiswa. Karena itu, lingkungan kampus menjadi target lokasi,” kata Riezka.

Bersama sahabatnya, Erwin Burhanudin, Riezka membangun sistem waralaba. Mereka pun mengaku tidak ingin gegabah memperoleh sebanyak-banyaknya pewaralaba. Kapasitas produksi tetap harus menjadi acuan usahanya.


Cepat atau lambat, Riezka yang murah senyum kini sudah mulai menuai hasil. Enam karyawannya ikut bekerja keras menunjang usaha waralabanya dengan memproduksi sekitar 500 porsi setiap harinya.

SAJIAN PISANG ORISINIL- Riezka mengembangkannya dengan aneka rasa, seperti pisang ijo vanila, stroberi, coklat, dan durian. Semangkok pisang ijo yang disiram sedikit cairan fla yang gurih akan menjadi bertambah segar apabila ditambah pecahan es batu
Soal keuntungan, pokoknya sangat menggiurkan. Sebagai wirausaha muda yang berhasil masuk sebagai finalis tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008, Riezka hanya berharap, setitik perjalanan hidupnya bisa memberikan napas kehidupan masyarakat sekitarnya.

 Kalau kita ingin sukses, kita harus "bertanya" kepada orang yang diatas rata-rata ( orang yang lebih sukses ) dan "mendengarkan" nasihat mereka."























 

Kisah Sukses Anak Muda Bisnis Kebab Dalam empat tahun sudah 300 franchise di seluruh Indonesia.

Ardi, itulah nama panggilan dari pemilik franchise atau waralaba Corner Kebab. Saat ini, di seluruh Indonesia, Corner Kebab miliknya sudah mencapai 300 gerai sejak ia memulainya pada 2008.
Pria dengan nama lengkap Ardiansyah Murdiawan Saputra ini mengaku bahwa dirinya sebelum mendirikan franchise-nya, ia bekerja selama tiga bulan sebagai karyawan di Batam.
"Dulu, waktu baru lulus, saya bekerja di Batam tapi hanya tiga bulan karena sehabis itu resign," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, belum lama ini.
Saat bekerja sebagai karyawan, Ardi menilai, kalau gaji yang diberikan perusahaan tempatnya bekerja sangat cukup. Ditambah lagi dengan fasilitas seperti antarjemput dan rumah yang juga disediakan oleh kantornya. "Gajinya waktu itu sekitar Rp6-7 juta," ujarnya.
Gaji tersebut, menurut dia, memang diakuinya besar untuk fresh graduate sepertinya. Namun, Ardi mengungkapkan kalau bukan persoalan gaji yang ia cari. Untuk itu, membuatnya memilih keluar dari tempatnya bekerja.
"Saya bekerja setiap harinya bertemu dengan mesin, rutinitas yang sama, dan itu tidak menantang untuk saya,” ungkapnya.
Rutinitas seperti itu, menurut Ardi, tidak membuat dirinya berkembang dan merampas hidupnya. Dengan menjadi seorang wirausahalah, menurut pria kelahiran 30 tahun yang lalu ini, ia bisa menjalani hidupnya dengan tantangan yang lebih.
"Apalagi yang saya temui setiap hari itu mesin, di situ saya merasa bosan," ingatnya sambil tertawa.
Walaupun demikian, Ardi mengatakan bahwa modal awalnya mendirikan usahanya ini berasal dari gajinya di perusahaan tersebut.
Dia menuturkan, baru memulai membuka usaha franchise ini pada 2007 dengan membuka tiga gerai pertamanya. Kini, pada September 2012, usaha Corner Kebab yang didirikannya telah mencapai 300 gerai lebih dan tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk per satu outletnya Corner Kebab milik Ardi per bulannya rata-rata mempunyai omzet Rp11 juta. Padahal, modal awal yang digunakannya untuk membuka tiga gerainya hanya Rp9 juta.

Sumber : Viva News .Com

Sabtu, 21 Juli 2012

Keutamaan Shalat Tarawih Malam Ke-1 Sampai Malam Ke-30


 – Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:

1.Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia  dilahirkan oleh ibunya
2.     pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3.      Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
4.      Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
5.     . Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
6.     Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw. 
10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Pada malam ketiga belas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
20.Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar
28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”
Akhirnya, semoga amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan pangkat dan derajat dari Allah sebagai seorang yang bertakwa.

Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin, Bab Keistimewaan Bulan Ramadhan


Senin, 25 Juni 2012

MAKNA HIDUP & TAMBAH USIA


OLEH : OKSI JUNIARDI
 


 


 

MAKNA HIDUP

HIDUP ini sebuah misteri dan penuh rahasia! Manusia memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup. Pada umumnya, manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah realitas yang nampak saja (Q.S 30: 6-7). Tidak ada seorang pun yang tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati, (Q.S 31: 34) dalam keadaan apa ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati, sebagian manusia menyangka bahwa hidup ini hanya satu kali dan setelah itu mati ditelan bumi. Mereka meragukan dan tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan kembali setelah mati (Q.S An-Naml: 67). Adapun mengenai kepercayaan adanya kehidupan setelah mati pandangannya sangat beragam tergantung pada agama dan kepercayaan yang dipeluk dan diyakini.

Islam menjelaskan makna hidup yang hakiki melalui perbandingan dua ayat yang sangat kontras, seperti dicontohkan di dalam Alquran. Seorang yang telah mati menurut mata lahir kita, bahkan telah terkubur ribuan tahun, jasadnya telah habis dimakan cacing dan belatung lalu kembali menjadi tanah, namanya sudah hampir dilupakan orang. Tetapi yang mengherankan, Allah SWT memandangnya masih hidup dan mendapat rezeki di sisi-Nya serta melarang kepada kita menyebut mati kepada orang tersebut. Hal ini dapat kita lihat dalam (Q.S 3: 169). "Janganlah kalian menyangka orang-orang yang gugur di jalan Allah itu telah mati, bahkan mereka itu hidup dan mendapat rezeki di sisi Allah." Sebaliknya ada orang yang masih hidup menurut mata lahir kita, masih segar-bugar, masih bernapas, jantungnya masih berdetak, darahnya masih mengalir, matanya masih berkedip, tetapi justru Allah menganggapnya tidak ada dan telah mati, seperti disebutkan dalam firmannya "Tidak sama orang yang hidup dengan orang yang sudah mati. Sesungguhnya Allah SWT mendengar orang yang dikehendaki-Nya, sedangkan kamu tidak bisa menjadikan orang-orang yang di dalam kubur bisa mendengar," (QS Al-Fathir 22). Maksud ayat ini menjelaskan Nabi Muhammad tidak bisa memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya.

Dua ayat ini memberikan perbandingan yang terbalik, di satu sisi orang yang telah mati dianggap masih hidup, dan di sisi lain orang yang masih hidup dianggap telah mati. Lalu apa hakikat makna hidup menurut Islam?

Seorang filusuf Yunani Descartes pernah mendefinisikan, manusia ada dan dinyatakan hidup di dunia bila ia melakukan aktivitas berpikir. Kemudian Karl Marx menyatakan, manusia ada dan dinyatakan hidup jika manusia mampu berusaha untuk mengendalikan alam dalam rangka mempertahankan hidupnya. Sedangkan Islam menjelaskan manusia ada dan dianggap hidup jika ia telah melakukan aktivitas "jihad" seperti yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Q.S. Ali Imron: 169 di atas. Tentu saja jihad dalam pengertian yang sangat luas. Jihad dalam pengertian bukan hanya sebatas mengangkat senjata dalam peperangan saja, tetapi jihad dalam konteks berusaha mengisi hidup dengan karya dan kerja nyata. Jihad dalam arti berusaha memaksimalkan potensi diri agar hidup ini berarti dan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Misalnya, seseorang yang berusaha mencari dan menemukan energi alternatif ketika orang sedang kesulitan BBM itu juga sudah dipandang jihad karena ia telah mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Seseorang yang keluar dari sifat malas, kemudian bekerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, itu juga termasuk jihad karena ia telah mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri, dan bukankah ini jihad yang paling besar karena Rasulullah sendiri menyatakan bahwa jihad yang paling akbar adalah melawan hawa nafsu sendiri.

Hidup dalam pandangan Islam adalah kebermaknaan dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi lingkungan. Hidup seseorang dalam Islam diukur dengan seberapa besar ia melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai manusia hidup yang telah diatur oleh Dienull Islam. Ada dan tiadanya seseorang dalam Islam ditakar dengan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh umat dengan kehadiran dirinya. Sebab Rasul pernah bersabda "Sebaik-baiknya manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. (Alhadis). Oleh karena itu, tiada dipandang berarti (dipandang hidup) ketika seseorang melupakan dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diatur Islam.

Dengan demikian, seorang muslim dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup sehingga eksistensinya bermakna dan bermanfaat di hadapan Allah SWT, yang pada akhirnya mencapai derajat Al-hayat Al-thoyyibah (hidup yang diliputi kebaikan). Untuk mencapai derajat tersebut maka setiap muslim diwajibkan beribadah, bekerja, berkarya berinovasi atau dengan kata lain beramal saleh. Sebab esensi hidup itu sendiri adalah bergerak (Al-Hayat) kehendak untuk mencipta (Al-Khoolik), dorongan untuk memberi yang terbaik (Al-Wahhaab) serta semangat untuk menjawab tantangan zaman (Al-Waajid).

Makna hidup yang dijabarkan Islam jauh lebih luas dan mendalam dari pada pengertian hidup yang dibeberkan Descartes dan Marx. Makna hidup dalam Islam bukan sekadar berpikir tentang realita, bukan sekadar berjuang untuk mempertahankan hidup, tetapi lebih dari itu memberikan pencerahan dan keyakinan bahwa. Hidup ini bukan sekali, tetapi hidup yang berkelanjutan, hidup yang melampaui batas usia manusia di bumi, hidup yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan sang Kholik. Setiap orang beriman harus meyakini bahwa setelah hidup di dunia ini ada kehidupan lain yang lebih baik, abadi dan lebih indah yaitu alam akhirat (Q.S. Adl-dluha: 4).

Setiap muslim yang aktif melakukan kerja nyata (amal saleh), Allah menjanjikan kualitas hidup yang lebih baik seperti dalam firmannya "Barang siapa yang melakukan amal saleh baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ia dengan al-hayat al-thoyibah (hidup yang berkualitas tinggi)." (Q.S. 16: 97). Ayat tersebut dengan jelas sekali menyatakan hubungan amal saleh dengan kualitas hidup seseorang.

Aktualisasi diri!

Salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah pengakuan dari komunitas manusia yang disebut masyarakat. Betapa menderitanya seseorang, sekalipun umpamanya ia seorang kaya raya, berkedudukan, mempunyai jabatan, namun masyarakat di sekitarnya tidak mengakui keberadaannya bahkan menganggapnya tidak ada, antara ada dan tiada dirinya tidak berpengaruh bagi masyarakat. Dan hal ini adalah sebuah fenomena yang terjadi pada masyarakat muslim. Terlebih rugi lagi jika keberadaan kita tidak diakui oleh Allah SWT, berarti alamat sebuah kemalangan yang akan menimpa. Ketika usia kita tidak menambah kebaikan terhadap amal-amal, ketika setiap amal perbuatan tidak menambah dekatnya diri dengan Sang Pencipta, berarti hidup kita sia-sia belaka. Allah menganggap kita sudah mati sekalipun kita masih hidup.

Oleh karena itu, seorang muslim "diwajibkan" untuk mengaktualisasikan dirinya dalam segenap karya nyata (amal saleh) dalam kehidupan. "Sekali berarti, kemudian mati" begitulah sebaris puisi yang diungkapkan penyair terkenal Chairil Anwar. Walaupun ia meninggal dalam keadaan masih muda dan telah lama dikubur di pemakaman Karet Jakarta, tetapi nama dan karya-karyanya masih hidup sampai sekarang. Kalau Chairil Anwar telah "berjihad" selama hidupnya di bidang sastra. Bagaimana dengan kita? Mari berjihad dengan amal saleh di bidang-bidang yang lain. Agar kita dipandang hidup oleh Allah SWT. Amin.***

 
MAKNA BERTAMBAHNYA USIA
 


Akhirnya tiba juga masanya. Saat usia melewati arbaina sanah. Pastilah memiliki makna besar. Karena Allah abadikan dalam Al-Quran. Satu angka unik. Isyarat yang tersurat. Isyarat yang tersirat. Sangat menggugah. Misterius dan Sakral. Apa makna usia 40 tahun bagi kehidupanmu..? Sebuah pencapaian prestasi?. Sebuah gambar masa depan?. Sebuah refleksi kehidupan…? Paling tidak , sebuah perjalanan lumayan panjang, sudah melangkah sejauh ini. Tak ada yang bisa dijelaskan , hanya angka sudah menunjukkan, lebih dari 40 tahun. Apa sesungguhnya arti sebuah perjalanan?. Adalah sebuah proses kehidupan. Sebuah upaya berterusan. Menuju hidup. Menuju mati. Menuju abadi. 40 tahun lebih… jarak semakin jauh tertinggal. Tujuan makin dekat tergapai. Tujuan yang mana…? Tujuan hakiki. Sebuah fase dengan dimensi berbeda. Kembali ke awal. Kembali ke nol kilometer. Kematian. Kehidupan adalah perjalan menuju ke kematian. Kematian adalah awal kehidupan. Mungkin itu makna hikmah Abu Bakar RA, “Kejarlah kematian, kau akan dapati kehidupan…!” saat melepas tentaranya berperang.

Imam Ghozali menyebutkan, “…usia 40 adalah sebuah pertanda. Sebuah isyarat. Seperti sebuah ikhtisar masa depan. Jika di usia itu kebaikan lebih mendominasi, maka itu sebuah pertanda baik untuk kehidupannya nanti…” Bagaimana dengan puber ke dua? bisa jadi ini adalah mitos, namun sudah disepakati secara aklamasi. Sebagai fase asmara kedua bagi mereka yang mencapai usia itu. Kebenarannya adalah sebuah tanya. Kebanyakkan fenomena yang ada menjadi sebuah jawaban atas mitos tadi. Bukan berasal dari sebuah riset atau penelitian yang dilakukan secara khusus dan spesifik. Tapi lebih dari sebuah potret masyarakat. Karena kenyataannya, sebuah fenomena yang lain, menjadi kebalikannya. Bahwa usia itu menjadi usia matang. Usia puncak. Dimana tingkat pencapaian menjadi optimal. Secara maknawi maupun dzohiri. Dan jika kembali mengutip pendapat Imam Ghozali, seseorang yang mencapai usia itu, tinggal kondisi yang mana yang mempengaruhinya. Kebaikankah? Atau keburukan? Tergantung posisi dia ada dimana. Jika berada dalam suasana yang kondusif untuk sebuah ketaatan, tentu saja akan memiliki nilai yang positif. Menjadi seorang yang sukses, dan sholih tanpa batas. Meski ia mengalami puber ke dua itu. Takan ada gejolak yang merusak. hanya sebuah ombak, sebuah riak yang menjadi dinamika, malah indah. atau menjadi sebuah gelombang kecil, lalu reda. Artinya, kunci itu semua tergantung kematangan pribadi. Juga kondisi ruhani, jasmani, dan lingkungan sekitar, seperti keluarga dan tempat kerja. 

Ah, ini hanya sebuah renungan kecil saja. Bahwa umur dari tahun ke tahun terus berlari. Menjauh. Membawa jiwa dan raga. Bertambaha bilangan angka. Sedang disaat yang sama. Usia berlari mendekat. Mengurangi jatah hidup di dunia. Maka saat seseorang berada di tanggal kelahirannya, ia seperti berada di rest area. Sebuah kesempatan memuhasabah amalnya. Memeriksa kendaraan jiwanya. Bagaimana keadaannya. Olinya. Remnya. Bensinnya. Bannya. Dan jarak tempuh yang sudah dicapainya. Sejauh mana titik tolak sudah dilewati. Sedekat apa kota tujuan akan dimasuki. Dan rest area di km 40 perjalanan hidupmu, memiliki makna magis. Serius. Misterius.

Azan ashar mengalun
Mengantar langkah
Berjalan menghitung nafas
Dan makna sebuah perhelatan
Dalam matematika amal kehidupan

Gerimis basah
Daun-daun basah
Tanah basah
Tapi langit cerah
Mengantar ajal

Menengok kubur sendiri
Bukan hitungan angka
Pandangan kasat mata
Tapi sebuah sumur hikmah
Dalam tak tergali

Umur bertambah usia berkurang
Sebuah perjalanan jiwa
Pandangan semesta
Muhasabah yang belum selesai

Ya Allah…
Bimbing aku meniti takdir-Mu
Jalan-Mu
Cahya-Mu
Ahir tujuan
Sebuah keabadian
Sebuah kesenangan
Kesenangan yang abadi
Ya Roob
Aamin
Aamin ya Robbi…!
Subang, kala mendung, 070509
(trima kasih ya Allah
atas anugerah yang melimpah
atas nikmat yang meruah
meski syukur  begitu lemah
beri hamba kekuatan
melawan diri yang aku
jiwa yang beku

untuk terus melangkah
untuk sampai di pelataran ridho-Mu
untuk masuk ke dekapan cinta-Mu
pada-Mu ya Rabb
untuk-Mu…)







 

Blogger news

Blogroll

Blog Archive