Selasa, 05 Juni 2012

Kisah Empat Remaja Inggris Menemukan ‘Kehidupan’ Dalam Islam

 REPUBLIKA.CO.ID, LONDONHasil survei terbaru dari Faith Matters menyatakan penyebaran Islam di Inggris lebih cepat ketimbang di negara Eropa lainnya. Per tahun, diperkirakan ada sekitar 5.000 mualaf baru di Inggris, sementara di Jerman dan Prancis jumlah mualaf per tahunnya sekitar 4.000 orang.
Peneliti dari Faith Matters menyurvei tiap masjid yang ada di London. Hasilnya, untuk Kota London saja, selama 2010 ada 1.400 mualaf baru. Ini belum termasuk data dari kota-kota di seluruh Inggris Raya. 
Simak pernyataan Hana Tajima (23 tahun) yang bekerja sebagai perancang busana.
 “Awalnya aku memiliki beberapa teman Muslim saat kuliah. Saat itu aneh saja. Mereka jarang keluar malam, ke klub atau nongkrong,” katanya.
“Dan ketika aku mengambil mata kuliah filsafat, aku mulai bingung dengan makna hidupku. Padahal saat itu aku cukup terkenal di kampus. Aku sudah merasa cukup. Tapi aku bertanya, betulkah ini kehidupan yang aku inginkan?” kata Tajima, panjang lebar.

 
"Lalu aku membaca literatur tentang Islam dan perempuan. Anehnya, ternyata mereka sangat relevan. Semakin banyak aku membaca, semakin yakin aku terhadap Islam,” katanya.
Lain lagi dengan pengalaman Denise Horsley (26) yang bekerja sebagai guru menari. Ia kenal Islam lewat pacarnya. “Saat itu banyak orang bertanya apakah aku menjadi mualaf karena pacaran? Aku jawab tidak! Aku menemukan Islam. Aku tumbuh sebagai penganut Kristen,” katanya.

 
Horsley kini mengenakan jilbab. Ia mengatakan, jilbab adalah konsep penting dalam Islam. “Kerudung ini bukan sekedar pakaian atau tren. Mengenakan jilbab justru menyatakan kejujuran atas diri sendiri dan apa yang akan kau lakukan,” katanya.
 Sebenarnya sih, aku masih orang yang sama dengan yang sebelumnya. Cuma aku tidak minum-minuman keras, makan babi, dan sekarang aku shalat lima kali sehari,” Menurut Horsley.





 
 

Pengalaman Dawud Beale (23) lebih unik. Sebelumnya, ia adalah pemuda rasis yang menyepelekan Islam. “Lalu aku berlibur ke Maroko. Di situ pertama kali aku berkenalan dengan Islam. Aku akui sebelumnya aku penganut rasis. Tapi sepekan usai pulang dari Maroko, aku memutuskan memeluk Islam,” katanya.
Beale bermukim di Somerset. Ketika ia baru-baru menjadi mualaf, sangat sukar menemukan masjid di Somerset, yang memang tidak ada. Ia lalu bertemu dengan rekan-rekan dari Hizb-ut Tahrir, gerakan politik Islam. “Ternyata banyak yang media barat katakan tentang Islam salah,” katanya



.“Aku yakin sudah menemukan jalan hidup yang tepat dalam Islam,” katanya lagi.
 



Sementara Paul Martin (27) mengatakan ia menikmati gaya hidup sebagai muslim. “Awalnya aku berkenalan dengan Islam setelah mengamati gaya hidup teman-teman Muslim. Mereka tampak menikmati betul hidup, tidak merusak tubuhnya. Setelah itu, aku mendalami Alquran,” katanya.
Seorang teman Martin lantas mengenalkannya ke seorang tokoh Islam yang berprofesi sebagai dokter. Martin banyak berkonsultasi tentang Islam dengannya. Mereka mengobrolkan Islam di kafe. “Saya mengucapkan dua kalimat syahadat saya di kafe,” kata Martin. “Saya tahu banyak yang mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid, tapi bagi saya, Islam bukan sekedar tempat di mana kau percaya pada Allah SWT. Islam adalah tempat di hatimu,” katanya.







    







Senin, 04 Juni 2012

Mukmin Pencemburu


Rabu, 30 Mei 2012, 10:14 WIB  , Republika  online
Mukmin Pencemburu
Puluhan pemuda yang tergabung dalam komunitas Punk Muslim melakukan pengajian Ramadhan di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Senin malam (8/8). Komunitas ini menjadi media dakwah di kalangan anak punk yang dicap tanpa orientasi dan meninggalkan agamanya.

Kecemburuan adalah kebencian yang timbul akibat disamakan dengan yang lain dalam hak-haknya. Kecemburuan merupakan bagian dari cinta, bagian yang dapat mengukuhkan ikatan cinta. Orang yang mengaku mencintai, namun tidak memiliki rasa cemburu, cintanya pantas dipertanyakan.

Sebagai seorang mukmin selayaknya memiliki sifat cemburu. Karena, ia merupakan sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang Mukmin yang saleh. Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin itu pencemburu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kecemburuan seorang mukmin timbul tatkala melihat saudaranya yang seiman melakukan perbuatan yang menyalahi aturan agama. Ketika kecemburuan ini muncul maka hal itu akan membangkitkan rasa cinta.

Sehingga, ia tidak akan membiarkan saudaranya celaka, ia akan berupaya untuk melakukan perbaikan dan melenyapkan kemungkaran yang dilakukan saudaranya dengan nasihat, hikmah, dan sikap bijaksana.

Rasul bersabda, “Agama itu adalah nasihat. Nasihat kepada Allah, kepada kitab-Nya, kepada Rasul-Nya dan kepada seluruh umat Muslimin.” (HR Muslim).

Dalam Alquran, Allah SWT mengingatkan, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS an-Nahl [16]: 125).

Cemburu demi kebenaran dan ketaatan merupakan dasar tegaknya amar makruf nahi mungkar. Bila tidak terdapat kecemburuan dalam hati seorang yang beriman maka sudah pasti tidak ada motivasi untuk mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Jika hal ini terjadi, Allah akan menurunkan siksa secara merata kepada kita sekalian.

“Tidaklah satu kaum itu melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan di kalangan mereka terdapat orang yang mampu mencegahnya dari mereka, namun ia tidak melakukannya, melainkan Allah meratakan siksa dari-Nya kepada mereka.” (HR Tirmidzi).

Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Kalian harus menyuruh pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, atau (kalau tidak) Allah akan mengirim
hukuman kepada kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya, namun  Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR Tirmidzi).

Agar kecemburuan ini tertanam dalam diri kita maka upaya yang harus kita lakukan adalah menumbuhkan rasa cinta kepada saudara-saudara kita. Semakin besar rasa cintanya, akan semakin besar pula rasa cemburunya.

Dengan cara ini, seorang mukmin sangat tidak menginginkan bila saudaranya itu celaka, akan tetapi menginginkan saudaranya itu bersama-sama mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan baik dalam kehidupannya di dunia maupun di akhirat kelak.

Sehingga, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran akan hidup di tengah-tengah kaum Muslimin dalam naungan dan jalinan cinta, kasih, dan sayang. Wallahu a’lam.
 

Blogger news

Blogroll

Blog Archive